Duduk Perkara Eric Hiariej Dipecat UGM karena Pelecehan Seks

Avatar admin

Posted on :

Jogja

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Eric Hiariej dipecat karena melakukan pelecehan seksual pada 2016 lalu. Seperti apa duduk perkara kasus ini?

“Eric sudah (dipecat). Jadi (sudah dipecat) tahun lalu atau pertengahan tahun ini,” kata Sekretaris UGM Andi Sandi, Rabu (15/11/2023).

Andi Sandi melanjutkan, sebelum dipecat Eric sudah tidak mengajar. Selain itu dia juga sempat diturunkan statusnya sebagai tenaga pendidik.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

“Kalau mengajar sudah lama sekali karena dulu sempat ditransfer menjadi tendik. Jadi ada kasus lalu eskalasinya naik dia kemudian dialihkan sebagai tendik,” ucapnya.

Awal Mula UGM Usut Dugaan Pelecehan Seks 2016

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat Eric Hiariej itu semula ditangani Fisipol UGM pada 25 Januari 2016. Kala itu sudah ada beberapa sanksi yang diputuskan setelah ada rapat gabungan antara Dekanat, Ketua Senat Fakultas, dan Pengurus Departemen.

“(Rapat tersebut) berkaitan dengan pelanggaran kode etik dosen untuk merespon laporan dari penyintas. Dalam rapat tersebut, Fisipol kemudian menjatuhkan sanksi, (pertama) membebaskan EH dari kewajiban mengajar serta membimbing skripsi dan tesis,” ujar Dekan Fisipol UGM kala itu, Erwan Agus Purwanto saat diwawancara pada Jumat (3/6/2016).

Selain sanksi bebas tugas dari kewajiban mengajar dan membimbing skripsi, pengajuan Eric Hiariej yang diusulkan sebagai kepala pusat kajian dibatalkan. Selain itu, Fisipol UGM juga mewajibkan yang bersangkutan mengikuti program konseling dengan Rifka Annisa Women’s Crisis Center untuk menangani perilaku negatif.

“Khususnya yang terkait pelecehan seksual,” terangnya.

Kala itu pihak kampus masih memberikan kesempatan bagi Eric Hiariej untuk berbenah diri. Diharapkan dengan konseling yang bersangkutan bisa menjadi lebih baik lagi.

Eric Hiariej Dipecat 2022

Sekitar enam tahun berselang, tepatnya pada 2 Maret 2022 Mendikbud resmi memecat Eric Hiariej sebagai dosen Fisipol UGM. Surat pemecatan itu tertuang dalam Putusan Mendibud Nomor 15180/MPK.A.KP.04/03/2022.

Eric Hiariej kemudian mengajuakan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Dalam banding itu, Eric juga menyatakan pembelaan dirinya yakni:

Harus ditekankan sekali lagi, proses penerbitan Surat Kemendikbud tersebut dilakukan tanpa memberikan kesempatan kepada Penggugat untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu mengenai peristiwa yang dituduhkan terhadap dirinya dan kejelasan serta kevalidan sumber informasi tersebut. Di samping itu, Kemendikbud juga tidak memberikan alasan yang jelas mengenai sebab penerbitan surat tersebut. Bahwa dapat disimpulkan bahwa dalam mengambil keputusan yang dibuat Kemendikbud dilakukan secara tidak jujur dan tidak transparan dalam memberikan informasi atas tuduhan terhadap dirinya. Sehingga penggugat tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan klarifikasi atas seluruh bukti yang dimiliki oleh Kemendikbud.

Sementara itu, Mendikbud memberikan alasan pemecatan Eric Hiariej dalam jawabannya. Mulai dari membangun hubungan yang bersifat romantis dengan mahasiswi, melakukan pelecehan seksual hingga melakukan serangan seksual pada mahasiswi.

PT TUN pun kemudian menolak upaya banding Eric Hieriej itu. Tak menyerah, Eric Hiariej kemudian mengajukan kasasi ke Mahakamah Agung. Namun, MA justru menguatkan putusan PT TUN.

“Tolak kasasi,” demikian putus majelis kasasi yang diketuai Irfan Fachruddin dengan anggota Cerah Bangun dan Yodi Martono Wahyunadi. Putusan kasasi itu diketok pada 4 Oktober 2023 dengan panitera pengganti Andi Atika Nuzli.

Hingga saat ini detikcom sudah berupaya meminta tanggapan kepada Eric atas kasus yang dihadapinya melalui telepon maupun SMS, tetapi tidak direspons.

Simak Video “Tentang Omah UGM, Cagar Budaya Tersembunyi di Kotagede”
[Gambas:Video 20detik]
(ams/aku)

Source link

Pola Slot Gacor Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *